Hajatan besar tahun 2009 akan digelar di Indonesia. Hajatan pemilihan umum, untuk memilih wakil-wakil rakyat dan memilih Presiden dan wakilnya. Wakil-wakil rakyat dan Presiden yang akan dipilih rakyat Indonesia tahun 2009 ini menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia. Harapan agar rakyat Indonesia sejahtera.
Pemilu tahun ini diikuti lebih dari 30 partai. Sebagian rakyat Indonesia hanya mengenal partai-partai besar saja dan partai yang rajin beriklan. Apakah ini masalah kecil? Untuk memilih saja pada saatnya nanti beberapa waktu lalu menjadi perdebatan, apa mau di toblos/ dicontreng, kemudian dengan banyaknya partai dan wakil-wakil rakyat yang dipilih, berapa lebar kertas suara yang akan di cetak, bisa dibanyangkan jika rakyat kita yang kurang sosialisasi nanti memilih, tentu mereka akan bingung. Kebingungan rakyat sudah dimulai dirasakan. Ketika para calon legislatif mulai berkampaye, mereka memasang spanduk, poster dan sejenisnya di tempat-tempat umum, para caleg berkampanye untuk mendapat simpati dari para pemilih, agar nantinya mereka dipilih. Partai yang lebih dari 30 dengan tiap tiap partai memiliki caleg yang banyak, di jalan jalan, dan lokasi lokasi strategis lainnya album foto yang tidak teratur.
Untuk merebut simpati pemilih para caleg mereka mulai mengumbar janji-janji. Yang lebih ditakutkan, para caleg saling menjelek-jelekan. Lihat ketika para elit-elit politik mulai saling mencaci, rakyat semakin bingung. Kenapa para elit-elit politik mempertontonkan sirkus politik yang kotor dan jorok?
Demokrasi ya demokrasi, tapi yang santun, saling menghormati, dan yang jelas jangan Anarki. Partai yang banyak tentu masing-masing partai mempunyai visi dan misi yang akan membawa kemana Indonesia. Harapan seluruh rakyat Indonesia dengan partai yang banyak akan membawa perbaikan. Betapa bagusnya ketika semua partai saling bekerja sama untuk membangun Indonesia minimal membangun politik yang baik, dengan cara partai yang banyak dan caleg yang banyak saling menghormati.
Siapapun yang duduk menjadi wakil rakyat, yang jadi presiden mulailah dengan yang baik. Berkampanyelah dengan santun dan saling menghargai, tidak saling mencaci. Alangkah baiknya seandainya calon presiden bisa bekerja sama sebelum dipilih, duduk bersama, mendinginkan kepala untuk menentukan arah Indonesia Sejahtera. Indonesia butuh Pemimpin dan wakil rakyat yang amanah, jujur dan punya kemampuan membawa rakyat Indonesia Sejahtera.

1 komentar:
Ya, saya setuju dengan postingan Mas Tri, ini bagus sekali seandainya dibaca para pemuka dan politikus di Indonesia. Memang itu yang seharusnya menjadi pekerjaan para politikus Indonesia. Namun, buktinya hingga saat ini yang terjadi hanyalah umbar janji & adu kekuatan. Setelah menang, janji & kekuatan itu melempem seperti kerupuk terkena angin. Selain itu, bendera dari 30-an partai juga membuat lingkungan jadi kotor.
Posting Komentar